Kamis, 20 Desember 2012

Film Angry Birds 3D rilis 2016


Rovio, produser Angry Birds mengkonfirmasikan bahwa sebuah versi film permainan laris ini akan dirilis 2016 mendatang.
Permainan yang menjadi fenomenal saat pertama kali dikenalkan melalui aplikasi telepon pintar Desember 2009 ini akan dibuat dalam versi animasi 3D.
John Cohen, yang sebelumnya sukses dalam film Iron Man, Despicable Me dan Ice Age, akan menjadi produser film Angry Birds.
"Saya pribadi menghabiskan banyak waktu bermain Angry Birds dalam beberapa tahun terakhir, yang sekarang saya dengan senang hati membuat filmnya, ujar Cohen.

Sukses di pasar
Sejak dirilis tiga tahun lalu, Angry Birds telah diunduh lebih dari satu miliar kali.
Rovio sejak saat itu telah membuat serangkaian pengembangan berbagai versi permainan yang juga sukses di pasar.
Termasuk diantaranya adalah Angry Birds Seasons, Angry Birds Space dan Angry Birds Rio.
Penambahan terbaru dalam permainan burung yang menghajar babi hijau ini adalah Angry Birds Star Wars, dimana burung dianggap sebagai pemberontak dan babi sebagai Empire.
Permainan Angry Birds juga sukses dalam penjualan barang dagangan mulai dari baju hingga boneka anak-anak yang juga menjadi populer.
Para penggemar permainan ini juga bisa mengunjungi arena bermain Angry Birds di Finlandia atau menyaksikan serial animasinya. (dtc)

Penembakan di AS, Adam Lanza Diduga Menderita Sindrom Asperger



Connecticut - Hingga saat ini belum diketahui motif Adam Lanza membantai anak-anak dan para staf SD Sandy Hook, Connecticut, Amerika Serikat (AS). Tidak banyak yang bisa diketahui dari pemuda berusia 20 tahun ini. Namun dia diduga menderita sindrom Asperger yang dikategorikan sebagai salah satu bentuk autisme.

Informasi tersebut diperoleh polisi setempat usai mewawancarai sejumlah kerabat dan teman sekolah Adam. Hampir seluruh orang yang mengaku mengenal Adam, menyebutnya memiliki gangguan perkembangan yang mereka sebut sebagai sindrom Asperger. Demikian seperti dilansir denverpost.com, Senin (17/12/2012).
Salah satunya, Matt Baier yang pernah menjadi teman sebangku Adam dalam beberapa mata pelajaran saat sekolah menengah. Menurut Baier, Adam tergolong anak yang sangat amat pendiam dan tidak pernah berinteraksi dengan orang lain.
"Bukan orang-orang yang membuatnya seperti itu. Dari yang saya lihat, orang-orang membiarkan dia seperti itu," tutur Baier yang kini berkuliah di University of Connecticut.
Baier menambahkan, dalam setahun Adam sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun. Namun demikian, Adam selalu mendapat nilai bagus. Baier mengaku sering mengintip kertas-kertas hasil ujian maupun tugas milik Adam semasa sekolah.
Bekas teman sekelas Adam lainnya menuturkan, cukup familiar dengan gangguan kesehatan yang dialami Adam. Dia bahkan menyebutnya sebagai 'efek sangat datar'. "Jika Anda melihat ke wajahnya, Anda tidak akan bisa melihat emosi apa yang sedang ada di kepalanya," ucap pemuda yang enggan disebut namanya.
Tak jauh berbeda, Olivia DeVivo yang mengaku sekelas dengan Adam saat kelas 6 SD, menyatakan perilaku aneh yang sering dilihatnya dari Adam. Semasa SD, menurut DeVivo, Adam pernah beberapa kali terlibat percakapan dengan teman-temannya. Seringkali topik pembicaraannya adalah masalah alien dan rencana meledakkan sesuatu.
Namun tetap saja, lanjut DeVivo, Adam selalu merasa tidak nyaman jika berhadapan dengan orang lain. DeVivo yang kini juga kuliah di University of Connecticut ini, sedikit merasa prihatin dengan kondisi Adam saat itu.
"Saya pikir dia mungkin tidak mendapat cukup perhatian atau bantuan orang lain. Saya pikir dia mungkin sering diabaikan sehingga orang-orang tidak menyadari bahwa ada yang salah padanya -- yang mungkin butuh dibicarakan atau mendapat konsultasi mental. Di sekolah menengah, tidak ada satupun yang benar-benar memperhatikannya dan berpikir, 'Kenapa dia bersikap seperti itu?'," jelas DeVivo.
DeVivo menambahkan, pasca tragedi tersebut, dirinya langsung menghubungi teman-temannya di Newtown yang juga mengenal Adam. "Mereka semua tidak terkejut. Mereka bahkan mengatakan, dia (Adam-red) memang selalu tampak seperti orang yang mampu melakukan hal semacam itu karena dia memang tidak pernah terikat dengan sekolah dan tidak terikat dengan kota kami," ucapnya.
Secara terpisah, rekan dan kerabat keluarga Adam menuturkan, ibu Adam, Nancy Lanza, dikenal sangat mempedulikan putranya. Sejak bercerai dengan suaminya, Nancy hanya tinggal berdua dengan Adam. Sementara putranya yang lain, Ryan Lanza kuliah dan bekerja di kota lain.
"Ibu mereka sangat protektif, sangat dekat," tutur Gina McDade yang menyebutkan putranya merupakan teman bermain kakak Adam, Ryan Lanza semasa kanak-kanak. (dtc)

Pasien Tewas Setelah Transplantasi Paru-paru Milik Perokok


 Jennifer meninggal Agustus lalu, 16 bulan setelah transplantasi

Seorang wanita berusia 27 tahun yang mengidap kelainan kelenjar sekresi fibriosis sistik meninggal dunia setelah mendapat paru-paru dari seorang donor perokok.

Jennifer Wederell dari Hawkwell, Essex, meninggal di rumah Agustus lalu, 16 bulan setelah transplantasi di Harefield Hospital di London.
Colin Grannel mengatakan ia yakin anaknya tidak akan menyetujui transplantasi itu jika ia tahu bahwa donor berusia paruh baya tersebut adalah perokok berat.
Rumah sakit telah meminta maaf karena tidak memberikan Jennifer pilihan untuk menolak.
Jennifer didiagnosa dengan fibriosis sistis pada usia dua tahun dan memasuki usia pertengahan 20an ia harus bernafas dengan oksigen 24 jam sehari.
Ia sudah berada di daftar penerima transplantasi paru selama 18 bulan ketika pada April 2011 ia diberitahu bahwa ada satu donor yang cocok.
Grannel mengatakan keluarganya "sangat menantikan hari itu" selama bertahun-tahun dan menduga bahwa transplantasi akan membantu Jennifer pulih.
Ia menikahi tunangannya David Wederell pada bulan September tahun lalu, tapi pada Februari 2012 kanker ditemukan di paru-parunya.

Seharusnya memiliki pilihan
Colin Granell mengatakan anaknya meninggal karena kelalaian. "Keterkejutan itu berubah menjadi kemarahan karena semua risiko dijelaskan satu jam sebelum transplantasi dan tidak satu kali pun fakta bahwa paru-paru yang digunakan adalah milik seorang perokok disebutkan," kata Grannel.
"Ia meninggal karena kelalaian orang lain."
Colin Grannel mengatakan anak perempuannya menjalani kematian yang seharusnya menjadi kematian si perokok.
Colin membuat kelompok Facebook, Jennifers Choice, untuk mendorong orang yang tidak merokok agar mendaftarkan diri sebagai donor.
The Royal Brompton dan Harefield NHS Foundation Trust mengatakan, "Sangat jarang bagi pasien untuk secara spesifik meminta agar mereka tidak mendapat paru-paru yang secara klinis sehat, meski pun itu berasal dari perokok.
"Hal ini karena risikonya akan lebih tinggi jika pasien menolak paru-paru dari mantan perokok dan memutuskan untuk menunggu organ baru yang cocok dan berasal dari donor bukan perokok.
"Namun, kami menyadari bahwa Jennifer seharusnya mendapat kesempatan untuk membuat pilihan itu.
"Kami meminta maaf karena kelalaian ini.
"Dengan sangat menyesal, jumlah paru-paru yang tersedia untuk transplantasi akan menurun 40% jika ada kebijakan untuk menolak paru-paru milik perokok, daftar tunggu akan semakin panjang dan banyak pasien yang akan meninggal tanpa transplantasi." (dct)

Mungkinkah Firaun Ramses Mati Dibunuh?

Luka sayatan ditemukan di leher mumi Firaun Ramses III

Firaun Ramses III dari Mesir diduga meninggal dunia akibat dibunuh, demikian keyakinan para pakar arkeologi. Teori itu muncul setelah pemindaian forensik menemukan luka sayatan di leher sang firaun.

Rahasia itu tersimpan selama berabad-abad oleh perban yang menutup tenggorokan mumi. Perban itu tidak bisa dilepas karena dikhawatirkan akan merusak fisik mumi.
Temuan itu bisa menjadi akhir dari berbagai kontroversi mengenai kematiannya.
Sebelumnya penyebab kematian sang firaun menjadi perdebatan sengit di kalangan sejarawan.
Dokumen-dokumen kuno termasuk Papirus Yudisial dari Turin mengatakan bahwa pada 1155 SM beberapa selirnya berusaha membunuh Ramses dalam kudeta istana.
Namun belum jelas apakah upaya pembunuhan itu sukses. Ada yang mengatakan sukses dan ada pula yang mengatakan bahwa Firaun kedua dari dinasti ke-20 selamat dari serangan itu meski hanya sementara.

Diselimuti misteri
Papirus Yudisial menceritakan empat persidangan terpisah dan menyebutkan hukuman yang diberikan pada mereka yang terlibat kudeta, termasuk seorang istri raja bernama Tiye dan anak lelakinya Pangeran Pentawere, seorang calon pewaris tahta.
Papirus itu mengatakan, satu-satunya dari sekian banyak anak lelaki Ramses III telah mengkhianatinya, dan dinyatakan bersalah dalam persidangan sebelum ia mati bunuh diri.
Untuk menemukan lebih banyak fakta, Dr Albert ZInk, seorang pakar paleopathologi di Institut Mumi dan Manusia Es di Italia, serta para koleganya memeriksa mumi Ramses III dan jenazah yang tidak teridentifikasi di kuburan kerajaan dekat Lembah Para Raja di Mesir yang diyakini sebagai putra mahkota Pentawere.
Bekerja di Museum Mesir di Kairo tempat kedua mumi disimpan, tim itu menjalankan pemindaian CT dan tes DNA pada mumi.
Pemindaian pada Ramses III menemukan luka sayatan sedalam 7cm di tenggorokan, yang menurut ilmuan medis disebabkan oleh pisau tajam dan dapat menyebabkan kematian seketika.


Penemuan amulet
Mumi yang diyakini sebagai Pangeran Pentawere memiliki tanda tidak lazim di leher. Dr Zink mengatakan, "Sebelumnya kami tidak mengetahui apa pun mengenai nasib Ramses III. Orang-orang telah memeriksa jenazahnya sebelumnya dan melakukan pemeriksaan radiografi tapi mereka tidak melihat adanya trauma apa pun. Mereka tidak memiliki akses atas pemindaian CT seperti kami.
Mumi yang diyakini sebagai Pangeran Pentawere memiliki tanda-tanda yang tidak lazim di lehernya.
"Kami sangat terkejut dengan temuan kami. Kami masih belum bisa yakin bahwa luka itu membubnuhnya, tapi kami rasa iya.
"Luka itu kemungkinan diakibatkan oleh proses pembalseman tapi hal itu tampaknya tidak mungkin. Saya tidak mengetahui jika ada contoh lain seperti ini."
Mereka dapat melihat amulet berbentuk mata Horus didalam luka, jimat yang kemungkinan dimasukkan oleh pembalsem Mesir kuno dalam proses mumifikasi.
Tes DNA menunjukkan bahwa jenazah yang tidak teridentifikasi itu adalah milik pemuda berusia 18 tahun dan memiliki hubungan darah dengan Ramses III. Semua petunjuk mengarah pada Pangeran Pentawere.
Dr Zink mengatakan, "Analisis genetik kami menunjukkan bahwa keduanya memiliki hubungan darah dekat. Mereka memiliki kromosom Y yang sama dan 50% materi genetik mereka sama, yang biasa ditemukan pada hubungan ayah dan anak."
Saat mereka memeriksa jenazah si pemuda, mereka menemukan lipatan kulit tertekan dan kerutan di sekitar lehernya serta dadanya bengkak.
Meski perubahan-perubahan ini mungkin terjadi pasca mumifikasi, hal itu juga bisa mengindikasikan si pemuda dicekik hingga tewas, kata Dr Zink.
Jenazah itu tidak dibalsem dengan cara biasa dan dibungkus dengan kulit kambing yang "tidak murni secara ritual", yang merupakan hukuman masa kuno dalam bentuk prosedur pemakaman yang tidak mengikuti cara-cara kerajaan.
"Ia diperlakukan dengan buruk sebagai mumi," kata Dr Zink. (dtc)

Islam dan Kristen Agama Terbesar di Dunia


Islam tercatat sebagai agama paling populer kedua di dunia setelah Kristen. Survei mengenai agama di dunia menunjukkan empat di antara lima orang mempunyai agama atau berjumlah hampir enam miliar orang.

Data tersebut disimpulkan oleh Pew Research Centre, lembaga kajian yang berkantor di Washington, Amerika Serikat. Data diolah dari hasil survei dan daftar penduduk di lebih dari 200 negara.
Berdasarkan data tersebut, Kristen adalah agama yang paling banyak pengikutnya. Sekitar sepertiga penduduk dunia beragama Kristen.
Islam tercatat sebagai agama terbesar kedua di dunia. Seperempat penduduk dunia beragama Islam. Islam menjadia agama mayoritas di 49 negara, 20 di antaranya adalah negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ateis
Agama Kristen menyebar rata di berbagai belahan dunia. Pemeluk Hindu di seluruh dunia mencapai satu miliar orang dan mereka terutama berpusat di kawasan Asia Pasifik. Buddha juga dianut oleh banyak pengikut di kawasan Asia Pasifik.
Sekitar 44% pemeluk Yahudi tinggal di Amerika Utara dan sekitar jumlah yang sama berada di Israel.
"Namun hal yang mungkin mengejutkan adalah sekitar satu di antara enam orang tidak mempunyai afiliasi agama yang menjadikannya sebagai kelompok terbesar secara keseluruhan," lapor wartawan BBC di Washington, Jane Little.
Mereka yang masuk kelompok tidak mempunyai afiliasi agama ini, lanjut Little, meliputi ateis dan agnostis. Mereka menjadi mayoritas di enam negara termasuk di Cina. (dtc)

Kegendutan, Narapidana AS Batal Disuntik Mati



OHIO- Seorang terpidana mati di Ohio, Amerika Serikat (AS), terhindar dari eksekusi mati karena mengalami obesitas. Dalam keputusannya, Gubernur Ohio menyatakan, narapidana tersebut tidak mendapatkan perlakuan hukum yang memadai.

Seperti dilansir AFP, Selasa (18/12/2012), narapidana bernama Ronald Post ini memiliki berat badan lebih dari 220 kilogram. Pria berusia 53 tahun ini divonis mati atas kasus pembunuhan seorang staf hotel dalam sebuah perampokan.
Pengacara Post mengajukan mosi kepada otoritas Ohio, yang berargumen bahwa suntik mati justru akan "menyiksa dalam waktu lama" mengacu pada berat badan kliennya. Dalam mosi disebutkan, suntikan tersebut mungkin tidak membunuh Post atau bisa jadi dibutuhkan waktu lebih dari 16 jam agar efek suntikan tersebut bekerja pada tubuh Post.
Menanggapi mosi tersebut, Gubernur Ohio John Kasich mengumumkan pembatalan eksekusi mati Post yang dijadwalkan pad 16 Januari 2013 mendatang. Namun dalam keputusannya, Kasich tidak menyebutkan masalah berat badan sebagai alasan pembatalan.
"Terlepas dari kejahatan keji yang telah dilakukan, seorang pelaku kriminal berhak mendapat perlakuan hukum yang efektif, terutama yang mendapatkan hukuman mati," ujar Kasich.
"Badan Pembebasan Bersyarat menyimpulkan, Ronald Post tidak mendapatkan perlakuan seperti itu. Setelah saya mengkajinya sendiri, saya sepakat," imbuhnya.
Namun demikian, dalam keputusannya tersebut Kasich tidak menyebutkan soal pengampunan bagi Post ataupun memerintahkan dilakukan persidangan yang baru bagi Post.
"Oleh karena itu, saya memerintahkan agar dia menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara tanpa adanya kemungkinan untuk bebas. Keputusan ini tidak berhak untuk dikaji ulang oleh siapapun karena bisa mengurangi nilai kejahatan yang dilakukan atau dampak yang ditimbulkan," tandas Kasich. (dtc)

Sebarkan Rumor Kiamat, Lebih dari 400 Orang Telah Ditangkap di China



BEIJING- Otoritas China mempergencar penangkapan anggota sekte "jahat" yang dituduh telah menyebarkan rumor kiamat. Lebih dari 400 orang anggota sekte "Almighty God" telah ditangkap di Provinsi Qinghai. Sementara puluhan lainnya ditahan di wilayah-wilayah lainnya.

Demikian diberitakan media pemerintah China, China Central Television (CCTV) seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/12/2012).
"Anggota sekte "Almighty God" ini berpegang pada skenario kiamat suku Maya untuk memprediksi bahwa matahari tidak lagi bersinar dan listrik akan terputus selama 3 hari sejak tanggal 21 Desember," demikian pernyataan Biro Keamanan Publik wilayah Xining, Provinsi Qinghai.
Menurut polisi, anggota sekte tersebut dengan sengaja menyebarkan selebaran yang berisi soal kiamat dunia dan menyebarkan rumor tersebut secara luas ke masyarakat. Efeknya, warga China pun menjadi panik dan memborong lilin serta perlengkapan bertahan hidup lainnya.
Diketahui bahwa sekte "Almighty God" telah mendapat tindakan keras dari pemerintah China sebelumnya. Tepatnya, karena sekte tersebut terang-terangan mengutarakan rencananya untuk menghancurkan Partai Komunis China yang kini berkuasa.
Ratusan anggota kelompok tersebut telah ditangkap sejak pekan lalu. "Jumlah yang Anda lihat di pemberitaan-pemberitaan media itu benar adanya," kata juru bicara pemerintah di Qinghai kepada AFP.
Sebelumnya, kantor berita resmi China, Xinhua melaporkan, 37 anggota "Almighty God" telah ditahan di Qinghai pada Senin, 17 Desember kemarin. Sementara 56 orang lainnya ditahan di wilayah-wilayah China lainnya karena menyebarkan rumor bahwa dunia akan kiamat pada 21 Desember, saat berakhirnya kalender suku Maya. (dtc)